
Peternakan Ayam Organik HPA Indonesia yang terletak di Subang, Jawa Barat. Sekitar 600 ekor ayam organik siap dipasarkan pada hari Senin, 12 Juli 2010. Silakan baca lebih lengkap tulisan di bawah.
Jakarta — Insya Allah, Senin, 12 Juli 2010 seluruh warga HPA di Indonesia, terutama yang berada di wilayah Jabodetabek, Subang, Bandung, dan sekitarnya akan dapat menikmati ayam oranik. Pasalnya, peternakan ayam organik milik HPA yang berada di Subang, Jawa Barat sudah bisa dipanen.
Menurut informasi yang dikumpulkan ithpa.net, pada hari itu juga mulai dilakukan pemotongan ayam secara bertahap. Agus Hidayat Nugraha, pengurus Institut Teknologi HPA Indonesia, mengatakan, “Ayam sudah bisa dinikmati dengan dengan harga spesial. Namun saat ini persedian ayam masih terbatas.” Ayam organik yang sudah dipotong, tambah Agus, dijual dengan harga Rp. 35.000,-.
Pada panen perdana ini, sekitar 600 ekor ayam akan langsung dipasarkan kepada masyarakat. Untuk masyarakat yang ingin mendapatkan ayam organik hasil dari peternakan HPA, dapat menghubungi Bapak Agus Hidayat Nugraha (085220599196) atau HPA Cawangan Bandung (0222511833).
Ayam Organik
Ayam organik adalah ayam yang dalam proses pertumbuhannya menggunakan pakan/makanan yang berasal dari sumber-sumber alami. Ini merupakan solusi dari kian beredarnya ayam-ayam di pasaran yang besar karena diberikan zat kimia untuk mempercepat proses pertumbuhan ayam.
Dalam laman blog resmi Tn Haji Ismail bin Haji Ahmad, Pengarah Urusan HPA Industries, Sdn. Bhd menuliskan bahwa saat ini beberapa negara-negara sudah tidak lagi menggalakkan rakyatnya untuk memakan ayam goreng, sehingga restoran-restoran ayam goreng banyak yang bangkrut. Hal itu dikarenakan munculnya kesadaran baru di beberapa negara, bahwa konsep peternakan ayam sekarang ini mengalami kekeliruan.
Agar peternakan mendapatkan keuntungan yang banyak, ayam-ayam itu disuntikan antibiotik, obat kimia antistress, hormon pembesaran, dan berbagai obat kimia lainnya. Para peternak ayam yang menggunakan kaedah kimia itu takut dengan kadar kematian ayam yang tinggi.
Padahal, tulis Tn Haji, dengan cara itu akan banyak menimbulkan berbagai penyakit. Oleh sebab itu, kita harus berani keluar dari cara ini. Dengan sangat menggugah, Tn Haji Ismail bin Ahmad menulis, hari ini kita bangunkan peradaban baru sesuai dengan kehendak kesehatan bukan dengan obat-obat kimia, tetapi obat-obatan herba.
Yaitu dengan cara menggunakan beberapa herba, seperti: bawang putih, mambu, rumput mutiara, dan beberapa lainnya.
Dalam akhir tulisannya, Tn Haji Ismail menulis: Percayakah Anda bahwa masa depan dunia akan menuju kepada penggunaan herba secara global bukan hanya makanan ayam tetapi makanan manusia keseluruhanya. Kita lihat nanti perubahan itu akan melanda bagai tsunami maka tidak heranlah jika ayam HPA tidak pernah cukup di pasaran. Teruskan berjuang. Allahu Akbar! * Abu Zanki/ithpa.net

semoga di daerah saya pasaman barat sumbar juga ada peternakan seperti ini..amin
Subhanallah… Jayalah HPA…
semoga di Pulau Belitong juga ada peternakan Ayam SEHAT dan HALAL,
dan HPA jaya di Belitong. Amiiin…
Amin. insyallah. smg di ponorogo juga digalakkan peternkan yg alamiah. tdk terkontaminasi bhn2 kimia yg pd dasarnya merupakan racun bg tubuh.
salah satu problemnya adlh. msyarakat pdesaan mulai berpola kekotaan, tapi kurang ilmu dan terbatasnya informasi yg benar, shingga bnyk masyarakat desa yg jadi sasaram empuk pihak2 yg mencari keuntungan sesaat. minta tlg dong.. dibantu dakwahj ke desaku.